Konfigurasi yang dilakukan ini menggunakan quantel e10 atau twinhead e10. Laptop kelas low-end buat yang punya dana terbatas.

A. Seting/Konfigurasi layar menjadi 1024×600

Langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi screen menjadi resolusi 1024×600 adalah sebagai berikut:

1. Pastikan bahwa xserver-xorg-video-amd sudah terinstalasi. Atau jika kurang yakin dapat melakukan perintah ini dari terminal/console:

sudo apt-get install xserver-xorg-video-amd

jika file tersebut sudah terinstalasi maka akan disampaikan pesan bahwa sudah terinstalasi, jika belum silakan dipilih Y untuk instalasi.

2. Buat file dengan nama file: xorg.conf di folder /etc/X11 dengan perintah dari terminal/console:

gksudo gedit /etc/X11/xorg.conf

2. kemudian copy paste konfigurasi di bawah ini kedalam file tersebut:

# Beginning IndraSufian Configurations
Section “Monitor”
Identifier “Monitor0″
VendorName “Monitor Vendor”
ModelName “Generic monitor”
HorizSync 28 – 51
VertRefresh 43.0 – 60.0
# run “gtf 1024 600 60″ output on next lines
# # 1024×600 @ 60.00 Hz (GTF) hsync: 37.32 kHz; pclk: 48.96 MHz
# Modeline “1024x600_60.00″ 48.96 1024 1064 1168 1312 600 601 604 622 -HSync +Vsync
Modeline “1024×600″ 48.96 1024 1064 1168 1312 600 601 604 622 -Hsync +Vsync
EndSection

Section “Device”
Identifier “Videocard0″
VendorName “Videocard vendor”
BoardName “AMD Geode LX Video”
Driver “geode”
BusID “PCI:0:1:1″
# Specify Panel size for Geode LX, corresponds with ModeLine above:
Option “PanelMode” “48960 1024 1064 1168 1312 600 601 604 622″
EndSection

Section “Screen”
Identifier “screen1″
Device “Videocard0″
Monitor “Monitor0″
DefaultDepth 16
Subsection “Display”
Depth 16
Modes “1024×600″
Viewport 0 0
EndSubsection
EndSection
#Ending IndraSufian Configuration

3. Simpan dan kemudian silakan di restart.

B. Seting/Konfigurasi ACPI
ACPI ini berfungsi untuk mengaktifkan battery laptop, karena defaultnya battery laptop quantel e10 atau twinhead e10 tidak terdeteksi di ubuntu 10.04

1. Buka Terminal/Console.

2. Ketikan perintah berikut:

gksudo gedit /etc/default/grub

3. Kemudian akan tampil isi file.

4. Cari baris yang berisi:

GRUB_CMDLINE_LINUX=”"

5. Ganti baris tersebut menjadi:

GRUB_CMDLINE_LINUX=”acpi=force

6. Kemudian simpan dan tutup file tersebut.

7. Masih pada terminal/console, silakan di ketik:

sudo update-grub

8. Silakan di restart ulang.

Semoga berhasil…..

IndraSufian, Kepulauan Riau, 26 Juni 2010

Sebelum memasang printer Canon MP198, pastikan terlebih dahulu power printer dalam posisi mati dan kabel usb tidak terkoneksi ke komputer/notebook.

Langkah-langkah untuk memasang dan menginstalasi printer CANON MP198 di Ubuntu 9.10 sebagai berikut:

A. Mendownload/Mengunduh Driver Printer Untuk Ubuntu dan Fedora
1. Masuk ke alamat http://software.canon-europe.com
2. Kemudian Arahkan mouse pada Produk baris Multifunctionals
3. Pilih Produk PIXMA MP190
4. Selanjutnya akan tampil halaman untuk memilih Sistem Operasi dan Bahasa
5. Untuk Sitem Operasi/Operating System pilih Linux
6. Karena pilihan Bahasa Indonesia belum tersedia, maka untuk Bahasa/Language pilih English
7. Klik tombol Submit
8. Selanjutnya pada baris dibawah pilihan akan muncul:
1.   Debian Linux Printer & Scanner Drivers (3.0)
2.   RPM Linux Printer & Scanner Drivers (3.0)
9. Klik pada tombol 1. Debian Linux Printer & Scanner Drivers (3.0)
10. Selanjutnya akan ditampilkan halaman Agreement
11. Gulung layar dan pada baris bawah akan tampil baris DOWNLOAD
12. Kemudian Klik pada MP190_debian_drivers.tar
13. Akan ditampilkan halaman Software Lincence Agreement
14. Pilih checkbox: I Accept
15. Kemudian pilih dan klik pada tombol Download Software
16. Secara otomatis akan ditampikan pilihan untuk menyimpan file download/unduh
17. Jika tidak muncul secara otomatis, maka dilakukan download/unduh secara manual dengan mengklik pada MP190_debian_drivers.tar

B. Menginstalasi di Ubuntu 9.10
1. Pastikan bahwa file libcupsys2 sudah terinstalatasi
2. Masuk ke dalam aplikasi command line/terminal
3. Ketik : sudo apt-get install libcupsys
4. Jika sudah terinstalasi akan ada pesan bahwa file sudah terinstall
5. Jika belum maka akan dilakukan instalasi
6. pada halaman dekstop, arahkan mouse pada file MP190_debian_drivers.tar
7. Klik tombol kanan, kemudian pilih menu Extract Here
8. Lakukan hal sama pada semua file yang berekstension/berakhiran .tar
9. Copy semua file yang berekstension/berakhiran .deb ke folder: MP190_debian_drivers
10. Total semua file yang berekstension/berakhira .deb ada 4 file.
11. Kembali ke aplikasi terminal
12. pindahkan kursor ke direktori/folder: MP190_debian_drivers
13. pada terminal kemudian ketik: sudo dpkg -i *.deb
14. setelah proses instalasi selesai, kemudian ketikan perintah-perintah berikut satu persatu.
15. ketik : sudo chown -hR root /usr/lib/cups/filter
16. ketik : sudo chown -hR root /usr/lib/cups/backend
17. ketik : sudo chgrp -hR root /usr/lib/cups/filter
18. ketik : sudo chgrp -hR root /usr/lib/cups/backend
19. Hubungkan kabel usb printer ke komputer/notebook
20. hidupkan power printer
21. Komputer/Notebook akan secara otomatis mengidentifikasi printer CANON PIXMA MP 198
22. Printer dan scaner CANON PIXMA MP 198 siap dipergunakan

Kepulauan Riau, 11 April 2010

Sebuah aktifitas dengan cara memaksimalkan sesuatu yang dimiliki atau ada. Itulah makna dari kata eksploit. Secara makna tentu saja hal ini mengandung nilai-nilai positif, tetapi dalam kenyataan dan prakteknya bisa saja hal-hal negatif yang terjadi. Dalam bahasa Indonesia kata eksploit dikenal dengan istilah eksploitasi.

Dalam dunia sosial sering kita mendengar kegiatan ekploitasi anak yaitu memanfaatkan anak-anak untuk tujuan-tujuan tertentu. Istilah ini sering digambarkan atau ditujukan kepada orang tua yang memanfaatkan anak untuk membantu mencukupi nafkah keluarga. Memang tidak ada yang salah jika tujuan awal adalah mengembangkan potensi anak, sedangkan materi hanyalah dampak dari hasil potensi anak. Tetapi akan menjadi masalah jika niatan tersebut dibalik menjadi materi yang utama, sedangkan hak-hak anak untuk bermain dalam dunianya terabaikan.

Untuk dunia komputer kata eksploit ini dimaknakan menjadi hal yang negatif yaitu pemanfaatan. Pemanfaatan yang dimaksud adalah memanfaatkan kelemahan suatu sistem yang ada untuk tujuan-tujuan tertentu. Tentu saja pemanfaatan yang dilakukan adalah pemanfaatan dari penggunaan semestinya oleh personal-personal yang tidak bertanggung jawab.

Kelemahan yang dimanfaatkan adalah kelemahan yang berasal dari sistem operasi, salah konfigurasi, program aplikasi atau kesengajaan. Secara umum eksploit yang dilakukan oleh pihak luar merupakan tahapan berikutnya dari port scanning. Setelah didapat lubang-lubang yang dapat disusupi dari hasil port scanning, kemudian dilanjutkan dengan eksploit.

Tujuan awal dari eksploit adalah untuk mendapatkan akses administrator atau root. Mengapa dikatakan tujuan awal, karena mendapatkan hak akses sebagai administrator atau root adalah awal untuk tindakan-tindakan selanjutnya sesuai dengan keinginan seperti mencuri data, mengganti konfigurasi bahkan dapat dengan sengaja melakukan perusakan terhadap sistem yang berjalan.

Ada 2 jenis aktifitas eksploit yaitu eksploit lokal dan eksploit remote. Eksploit lokal dilakukan jika penyusup mempunyai hak akses sebagai user/pemakai dan ini umumnya dilakukan oleh orang yang berada didalam organisasi. Sedangkan Eksploit remote dilakukan oleh penyusup yang berada diluar sistem dan dilakukan secara remote.

Namun bisa saja penyusup yang melakukan eksploit remote berubah menjadi eksploit lokal seandainya berhasil mengambil alih hak salah satu user yang selanjutnya ditingkatkan untuk mengambil alih hak administrator.

Indra Sufian, Kepulauan Riau, 2 Februari 2009

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

SNMP adalah sebuah protokol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur jaringan komputernya secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja. Pengolahan ini dijalankan dengan menggumpulkan data dan melakukan penetapan terhadap variabel-variabel dalam elemen jaringan yang dikelola.

Elemen-elemen SNMP

  • Manajer adalah pelaksana dan manajemen jaringan. Pada kenyataannya manager ini merupakan komputer biasa yang ada pada jaringan yang mengoperaksikan perangkat lunak untuk manajemen jaringan. Manajer ini terdiri atas satu proses atau lebih yang berkomunikasi dengan agen-agennya dan dalam jaringan. Manajer akan mengumpulkan informasi dari agen dari jaringan yang diminta oleh administrator saja bukan semua informasi yang dimiliki agen.

  • MIB atau Manager Information Base, dapat dikatakan sebagai struktur basis data variabel dari elemen jaringan yang dikelola. Struktrur ini bersifat hierarki dan memiliki aturan sedemikian rupa sehingga informasi setiap variabel dapat dikelola atau ditetapkan dengan mudah.

  • Agen merupakan perangkat lunak yang dijalankan disetiap elemen jaringan yang dikelola. Setiap agen mempunyai basis data variabel yang bersifat lokal yang menerangkan keadaan dan berkas aktivitasnya dan pengaruhnya terhadap operasi.

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Manajemen jaringan adalah sebuah pekerjaan untuk memelihara seluruh sumber jaringan dalam keadaan baik, karena saat ini jaringan sangat kompleks, dinamik dan terdiri atas komponen yang tidak dapat diandalkan 100%, peralatan yang baik diperlukan untuk mengelola jaringan tersebut.

Aktivitas yang dilakukan dalam pengelolaan administrasi jaringan sebagai berikut :

  • Manajemen kesalahan (Fault Management), yang mengelola kesalahan jaringan dan memperbaikinya.

  • Manajemen perlengkapan (device management), yang menangani berbagai macam peralatan jaringan.

  • Manajemen Konfigurasi (Configuration Management), yaitu yang mengawasi perubahan yang terjadi pada jaringan.

  • Manajemen Kinerja (performance management), yaitu memantau kerja jaringan.

  • Manajemen Sejarah (history management), yaitu mencatat kegagalan dan keandalan peralatan.

  • Accounting, yaitu mencatat penggunaan resources.

  • Keamanan (security), yang mencegah penggunaan resources secara tidak sah.

  • Jangkauan, yaitu menangani jaringan yang besar.

  • Merawat dan meng-upgrade software.

  • Remote access, yaitu melaksanakan manajemen dari berbagai lokasi.


Site Survey adalah teknik mengsurvei kondisi sebuah tempat untuk menyiapkan sebuah site untuk instalasi peralatan radio. Salah satu dokumentasi yang baik tentang prosedur site survey dapat dilihat dari Waverider Site Survey Guide, Waverider Document No. 9902/VAR002 tertanggal 29 Desember 1998. Waverider http://www.waverider.com adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Toronto Canada.

Peralatan untuk Melakukan Site Survey

Daftar peralatan yang perlu dibawa untuk Site Survey adalah :

1. Spectrum Analyzer (3GHz), jika ada. Spectrum Analyzer adalah sebuah peralatan yang paling membantu seorang surveyor untuk melihat kondisi lapangan. Sayangnya, sebuah spectrum analyzer yang baik harganya sangat mahal dan kemungkinan tidak akan terjangkau bagi kita yang berada di negara berkembang. Untuk solusi yang terjangkau, mungkin menggunakan card Teletronics dengan software-nya yang cukup baik digunakan sebagai spectrum analyzer di frekuensi 2.4GHz. Harga card sekitar US$100 dengan sebuah pigtail yang disambungkan ke antena eksternal. Banyak wireless ISP komersial menggunakan ini untuk alat site survey mereka.

2. Laptop dengan PCMCI WLAN card adalah solusi paling murah yang mungkin paling terjangkau untuk negara berkembang. Beberapa tool untuk melakukan survey di PC telah tersedia di internet.

3. Beberapa WLAN Access Point mempunyai kemampuan melakukan site survey jika diset pada mode client. Mode ini sangat bermanfaat dalam mengarahkan antena, dll.

4. Sekumpulan antena eksternal, omnidirectional antena dan directional antena termasuk pigtail dan berbagai konektor.

5. Senter yang kuat, Strobe Light, Flashflight, Cermin, Kekeran/teropong atau Telescope. Sangat baik mengevaluasi kondsi Optical Line Of Sight antar dua titik.

6. Meteran, minimum 10m.

7. Peta topography skala 1:50,000 atau yang lebih baik lagi. Mungkin kita akan memperoleh kesulitan memperoleh peta topography yang akurat dan up-to-date. Untuk sambungan-sambungan jarak pendek s/d 5-8 km kadang kala kita tidak memerlukan peta topography tersebut.

8. Hand-held GPS atau kompas. GPS adalah alat yang paling berharga pada saat melalukan site survey. Perlu di sadari, GPS memerlukan kondisi cuaca cerah, tidak ada halangan di atas kita dan waktu lama untuk memperoleh ketelitian yang maksimum.

9. Altimeter atau pengukur ketinggian. Hal ini kadang-kadang tidak diperlukan jika kita menggunakan GPS yang baik, seperti GARMIN eTrex Vista.

10. Safety hat.

11. Tangga.

Beberapa Pertanyaan pada Saat Site Survey

1. Koordinat geografis dari tempat antena?
GPS sangat bermanfaat untuk menentukan koordinat site termasuk menentukan jarak antar kedua tempat. Akan tetapi untuk jarak yang sangat pendek, biasanya dapat di estimasi tanpa menggunakan GPS.

2. Apakah antar antena sudah Line Of Sight?
Kita harus dapat memastikan bahwa tidak ada penghalang, termasuk tanah, di daerah Fresnel Zone yang pertama.

3. Berapa elevasi lokasi dari atas permukaan laut dan permukaan tanah?

4. Aapakah ada objek, terutama objek metal, di sekitar antena?

5. Apakah support mekanik untuk antena akan mencukupi?
Kita akan menghadapi tantangan fisik, seperti angin atau hujan yang sangat kuat.

6. Berapa panjang kabel UTP harus dijalankan?
Panjang kabel UTP maksimum sekitar 150 meter. Hal ini dibutuhkan karena kita perlu memasang Access Point di atas tower supaya hanya membutuhkan pigtail pendek satu meter saja ke antena.

7. Bagaimana ke stabilan power supply? Apakah kita membutuhkan Uniterruptable Power Supply (UPS)?

8. Apakah lokasi mudah di akses? Apakah dapat diakses 24 jam? Siapa yang memegang kunci?

9. Apakah system grounding yang ada mencukupi? Perlukan kita menambahkan ground?

HAND HELD GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)

Tool yang paling menolong pada saat site survey adalah sebuah hand held Global Positioning System (GPS). Secara umum tampilan beberapa GPS adalah sebagai berikut : Halaman pertama yang akan kita lihat di GPS adalah satelit GPS yang terlihat di angkasa, termasuk kekuatan signalnya. Biasanya minimal kita membutuhkan tiga buah satelit GPS yang harus terlihat untuk menentukan posisi. Jika kita dapat melihat cukup banyak satelit, peralatan GPS dapat menentukan posisi dan ketinggian kita. Untuk memperoleh informasi ketinggian yang lebih akurat, sangat disarankan menggunakan peralatan GPS yang mempunyai altimeter di dalamnya.

Pada halaman selanjutnya pada GPS, kita masuk ke Map View. Pada halaman ini, kita dapat melihat peta dua dimensi. Map View dirancang untuk melakukan navigasi, tidak ada informasi elevasi dan topologi di dalamnya. Paling tidak kita dapat mengira-ngira arah lokasi peta yang ada.

SOFTWARE SITE SURVEY DI PC

Walaupun tidak memiliki Spectrum Analyzer bagi kita di negara berkembang bukanlah sebuah penghambat. Kita biasa menggunakan laptop dengan WLAN Card untuk fungsi site survey.

Salah satu software favorit untuk melakukan site survey di PC adalah NetStumbler. Software ini dapat diambil secara gratis di http://www.netstumbler.com

Site NetStumbler http://www.netstumbler.com juga menghosting hasil scanning rekan-rekan di seluruh dunia tentang hotspot yang gratisan di sekitar mereka. Dengan cara itu kita jadi bisa akses internet gratis di mana-mana.

NetStumbler akan melaporkan :
1. MAC Address Access Point dan frekuensi operasinya
2. Catat tipe peralatan yang digunakan di Access Point
3. Catat channel yang digunakan di Access Point
4. Catat ESSID Access Point, jika di broadcast
5. Catat nama Access Point, jika di broadcast
6. Catat kekuatan sinyal yang diterima dari Access Point, berikan tanda dengan warna hijau jika baik, dan kuning jika kurang baik.
7. Catat tingkat/level noise.
8. Catat perbandingan sinyal terhadap noise. Kita berusaha agar memperoleh perbandingan semaksima mungkin.

Dengan menekan MAC Address dari Access Point tertentu, kita dapat melihat hasil rekaman tingkat sinyal Access Point yang diterima oleh card. Kita dapat menyimpan sejarah sinyal untuk periode tertentu. Teknik pengukuran ini sangat bermanfaat pada saat :
1. Mengarahkan antena
2. Cek apakah ada masalah dengan konektor yang kita gunakan
3. Tingkat noise yang tinggi menandakan adanya sumber interferensi dekat kita.

Pada saat survei, umumnya kita akan menggunakan antena omni atau antena directional. Kita perlu mengarahkan antena tersebut ke beberapa arah, men-scan channel yang ada, baik untuk polarisasi vertikal maupun horizontal. Semua harus dilakukan untuk melihat kemungkinan terjadinya interferensi di jaringan komunikasi kita.

Kesulitasn utama yang biasanya akan kita hadapi dengan ketiadaan spectrum analyzer adalah ketidak mampuan melihat apa yang akan terjadi pada frekuensi. Card WLAN yang kita miliki biasanya hanya dapat memonitor mereka yang memancar dengan protocol IEEE 802.11. Kita hanya dapat mengestimasi keadaan melalui besarnya noise yang diterima oleh card.

Bagi mereka yang ingin membeli software komersial untuk keperluan site survey, cukup banyak di internet. Salah satunya adalah WNC yang dapat diambil dari http://www.cirond.com/winc.php.

TEKNIK MENGATASI INTERFERENSI

Pada operasional infrastruktur WIFI di outdoor, salah satu tantangan yang cepat atau lambat tapi pasti akan kita hadapi bersama adalah berkurangnya throughput, karena tingginya interferensi dan noise.

Sinyal yang kuat tidak cukup menjamin reliabilitas pada sebuah penerima wireless broadband. Sinyal level harus secara konsisten jauh lebih besar dari pada noise yang diterima di penerima. Dengan kata lain, perbandingan antara sinyal kepada noise, Signal To Noise Ratio (SNR) harus setinggi mungkin. Untuk memperoleh SNR yang tinggi, ada dua kondisi yang harus penuhi sekaligus, yaitu :

1. Sinyal yang diterima oleh pesawat penerima harus lebih tinggi dari sensifitas penerima.

2. Level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal yang masuk. Noise didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang bukan sinyal yang kita inginkan”.

Gagal memenuhi kedua kondisi tersebut akan menyebabkan SNR yang rendah.

MEMAKSIMALKAN LEVEL SINYAL YANG DITERIMA

Kita sebetulnya mempunyai kemampuan mengontrol secara langsung proses untuk memaksimalkan sinyal yang diterima. Beberapa prosedur standar yang biasa digunakan adalah :

1. Link Budget – daya pancar yang cukup, sensifitas penerima, fade margin, dan penguatan antena yang cukup untuk mengatasi loss di kabel coax dan free space.

2. Line Of Sight (LOS) – jalur LOS harus tanpa hambatan/penghalang dari ujung ke ujung.

3. Fresnel Zone – harus cukup daerah yang bebas tidak ada halangan.

4. Installation – yakinkan antena dipasang dengan aman dan benar, arah yang benar, konektor yang diisolasi tahan air, menggunakan konektor dan coax yang baik.

MEMINIMALISASI INTERFERENSI DAN NOISE

Kita biasanya tidak punya kemampuan mengatur/mengontrol sumber noise atau interferensi. Beberapa sumber noise adalah :
1. Natural noise – noise dari atmosfir dan galaksi.

2. Manmade noise – sinyal RF yang diambil dari antena. Termasuk microwave oven, telepon cordless dan indoor WIFI serta beberapa peralatan medical/kedokteran.

3. Receiver noise – noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima.

4. Interferensi dari jaringan lain – interferensi yang disebabkan oleh jaringan wireless lain yang bekerja pada band yang sama.

5. Interferensi dari jaringan kita sendiri – terjadi jika kita menggunakan frekuensi yang sama lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak/spasi antar channelnya, atau menggunakan urusan frekuensi hopping yang tidak benar.

6. Interferensi dari sinyal out-of-band – disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar frekuensi band yang kita gunakan, misalnya, pemancar AM, FM atau TV, pager dan radio CB.

STRATEGI MENGALAHKAN INTERFERENSI

Beberapa strategi yang biasa digunakan untuk mengalahkan interferensi adalah :

1. Gunakan antena sektoral atau antena pengarah/narrow beam dengan penguatan tinggi. Biasanya sangat effektif mengurangi interferensi, terutama di daerah yang spectrum-nya sangat padat sekali.

2. Gunakan jalur-jalur yang pendek, jangan berusaha membangun sambungan jarak jauh.

3. Pilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh stasiun lain.

4. Ubah/ganti polarisasi antena.

5. Atur azimuth antena.

6. Ubah lokasi peralatan / antena.

Jangan pernah menggunakan amplifier untuk melawan interferensi. Anda hanya akan mengobarkan rasa dengki di antara pengguna wireless lain, jika anda menggunakan amplifier.

Sumber Referensi :
1. Onno W. Purbo, Buku Pegangan Internet Wireless dan Hotspot, Elex Media Komputindo, 2006.
2. Jasakom e-learning, Wireless Kung Fu: Networking dan Hacking, Jasakom, 2007.
3. William Stallings, Komunikasi Data da Komputer: Dasar-dasar Komunikasi Data, Prentice Hall, 2000.

Site Survey adalah teknik mengsurvei kondisi sebuah tempat untuk menyiapkan sebuah site untuk instalasi peralatan radio. Salah satu dokumentasi yang baik tentang prosedur site survey dapat dilihat dari Waverider Site Survey Guide, Waverider Document No. 9902/VAR002 tertanggal 29 Desember 1998. Waverider http://www.waverider.com adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Toronto Canada.

Peralatan untuk Melakukan Site Survey

Daftar peralatan yang perlu dibawa untuk Site Survey adalah :

1. Spectrum Analyzer (3GHz), jika ada. Spectrum Analyzer adalah sebuah peralatan yang paling membantu seorang surveyor untuk melihat kondisi lapangan. Sayangnya, sebuah spectrum analyzer yang baik harganya sangat mahal dan kemungkinan tidak akan terjangkau bagi kita yang berada di negara berkembang. Untuk solusi yang terjangkau, mungkin menggunakan card Teletronics dengan software-nya yang cukup baik digunakan sebagai spectrum analyzer di frekuensi 2.4GHz. Harga card sekitar US$100 dengan sebuah pigtail yang disambungkan ke antena eksternal. Banyak wireless ISP komersial menggunakan ini untuk alat site survey mereka.

2. Laptop dengan PCMCI WLAN card adalah solusi paling murah yang mungkin paling terjangkau untuk negara berkembang. Beberapa tool untuk melakukan survey di PC telah tersedia di internet.

3. Beberapa WLAN Access Point mempunyai kemampuan melakukan site survey jika diset pada mode client. Mode ini sangat bermanfaat dalam mengarahkan antena, dll.

4. Sekumpulan antena eksternal, omnidirectional antena dan directional antena termasuk pigtail dan berbagai konektor.

5. Senter yang kuat, Strobe Light, Flashflight, Cermin, Kekeran/teropong atau Telescope. Sangat baik mengevaluasi kondsi Optical Line Of Sight antar dua titik.

6. Meteran, minimum 10m.

7. Peta topography skala 1:50,000 atau yang lebih baik lagi. Mungkin kita akan memperoleh kesulitan memperoleh peta topography yang akurat dan up-to-date. Untuk sambungan-sambungan jarak pendek s/d 5-8 km kadang kala kita tidak memerlukan peta topography tersebut.

8. Hand-held GPS atau kompas. GPS adalah alat yang paling berharga pada saat melalukan site survey. Perlu di sadari, GPS memerlukan kondisi cuaca cerah, tidak ada halangan di atas kita dan waktu lama untuk memperoleh ketelitian yang maksimum.

9. Altimeter atau pengukur ketinggian. Hal ini kadang-kadang tidak diperlukan jika kita menggunakan GPS yang baik, seperti GARMIN eTrex Vista.

10. Safety hat.

11. Tangga.

Beberapa Pertanyaan pada Saat Site Survey

1. Koordinat geografis dari tempat antena?
GPS sangat bermanfaat untuk menentukan koordinat site termasuk menentukan jarak antar kedua tempat. Akan tetapi untuk jarak yang sangat pendek, biasanya dapat di estimasi tanpa menggunakan GPS.

2. Apakah antar antena sudah Line Of Sight?
Kita harus dapat memastikan bahwa tidak ada penghalang, termasuk tanah, di daerah Fresnel Zone yang pertama.

3. Berapa elevasi lokasi dari atas permukaan laut dan permukaan tanah?

4. Aapakah ada objek, terutama objek metal, di sekitar antena?

5. Apakah support mekanik untuk antena akan mencukupi?
Kita akan menghadapi tantangan fisik, seperti angin atau hujan yang sangat kuat.

6. Berapa panjang kabel UTP harus dijalankan?
Panjang kabel UTP maksimum sekitar 150 meter. Hal ini dibutuhkan karena kita perlu memasang Access Point di atas tower supaya hanya membutuhkan pigtail pendek satu meter saja ke antena.

7. Bagaimana ke stabilan power supply? Apakah kita membutuhkan Uniterruptable Power Supply (UPS)?

8. Apakah lokasi mudah di akses? Apakah dapat diakses 24 jam? Siapa yang memegang kunci?

9. Apakah system grounding yang ada mencukupi? Perlukan kita menambahkan ground?

HAND HELD GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)

Tool yang paling menolong pada saat site survey adalah sebuah hand held Global Positioning System (GPS). Secara umum tampilan beberapa GPS adalah sebagai berikut : Halaman pertama yang akan kita lihat di GPS adalah satelit GPS yang terlihat di angkasa, termasuk kekuatan signalnya. Biasanya minimal kita membutuhkan tiga buah satelit GPS yang harus terlihat untuk menentukan posisi. Jika kita dapat melihat cukup banyak satelit, peralatan GPS dapat menentukan posisi dan ketinggian kita. Untuk memperoleh informasi ketinggian yang lebih akurat, sangat disarankan menggunakan peralatan GPS yang mempunyai altimeter di dalamnya.

Pada halaman selanjutnya pada GPS, kita masuk ke Map View. Pada halaman ini, kita dapat melihat peta dua dimensi. Map View dirancang untuk melakukan navigasi, tidak ada informasi elevasi dan topologi di dalamnya. Paling tidak kita dapat mengira-ngira arah lokasi peta yang ada.

SOFTWARE SITE SURVEY DI PC

Walaupun tidak memiliki Spectrum Analyzer bagi kita di negara berkembang bukanlah sebuah penghambat. Kita biasa menggunakan laptop dengan WLAN Card untuk fungsi site survey.

Salah satu software favorit untuk melakukan site survey di PC adalah NetStumbler. Software ini dapat diambil secara gratis di http://www.netstumbler.com

Site NetStumbler http://www.netstumbler.com juga menghosting hasil scanning rekan-rekan di seluruh dunia tentang hotspot yang gratisan di sekitar mereka. Dengan cara itu kita jadi bisa akses internet gratis di mana-mana.

NetStumbler akan melaporkan :
1. MAC Address Access Point dan frekuensi operasinya
2. Catat tipe peralatan yang digunakan di Access Point
3. Catat channel yang digunakan di Access Point
4. Catat ESSID Access Point, jika di broadcast
5. Catat nama Access Point, jika di broadcast
6. Catat kekuatan sinyal yang diterima dari Access Point, berikan tanda dengan warna hijau jika baik, dan kuning jika kurang baik.
7. Catat tingkat/level noise.
8. Catat perbandingan sinyal terhadap noise. Kita berusaha agar memperoleh perbandingan semaksima mungkin.

Dengan menekan MAC Address dari Access Point tertentu, kita dapat melihat hasil rekaman tingkat sinyal Access Point yang diterima oleh card. Kita dapat menyimpan sejarah sinyal untuk periode tertentu. Teknik pengukuran ini sangat bermanfaat pada saat :
1. Mengarahkan antena
2. Cek apakah ada masalah dengan konektor yang kita gunakan
3. Tingkat noise yang tinggi menandakan adanya sumber interferensi dekat kita.

Pada saat survei, umumnya kita akan menggunakan antena omni atau antena directional. Kita perlu mengarahkan antena tersebut ke beberapa arah, men-scan channel yang ada, baik untuk polarisasi vertikal maupun horizontal. Semua harus dilakukan untuk melihat kemungkinan terjadinya interferensi di jaringan komunikasi kita.

Kesulitasn utama yang biasanya akan kita hadapi dengan ketiadaan spectrum analyzer adalah ketidak mampuan melihat apa yang akan terjadi pada frekuensi. Card WLAN yang kita miliki biasanya hanya dapat memonitor mereka yang memancar dengan protocol IEEE 802.11. Kita hanya dapat mengestimasi keadaan melalui besarnya noise yang diterima oleh card.

Bagi mereka yang ingin membeli software komersial untuk keperluan site survey, cukup banyak di internet. Salah satunya adalah WNC yang dapat diambil dari http://www.cirond.com/winc.php.

TEKNIK MENGATASI INTERFERENSI

Pada operasional infrastruktur WIFI di outdoor, salah satu tantangan yang cepat atau lambat tapi pasti akan kita hadapi bersama adalah berkurangnya throughput, karena tingginya interferensi dan noise.

Sinyal yang kuat tidak cukup menjamin reliabilitas pada sebuah penerima wireless broadband. Sinyal level harus secara konsisten jauh lebih besar dari pada noise yang diterima di penerima. Dengan kata lain, perbandingan antara sinyal kepada noise, Signal To Noise Ratio (SNR) harus setinggi mungkin. Untuk memperoleh SNR yang tinggi, ada dua kondisi yang harus penuhi sekaligus, yaitu :

1. Sinyal yang diterima oleh pesawat penerima harus lebih tinggi dari sensifitas penerima.

2. Level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal yang masuk. Noise didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang bukan sinyal yang kita inginkan”.

Gagal memenuhi kedua kondisi tersebut akan menyebabkan SNR yang rendah.

MEMAKSIMALKAN LEVEL SINYAL YANG DITERIMA

Kita sebetulnya mempunyai kemampuan mengontrol secara langsung proses untuk memaksimalkan sinyal yang diterima. Beberapa prosedur standar yang biasa digunakan adalah :

1. Link Budget – daya pancar yang cukup, sensifitas penerima, fade margin, dan penguatan antena yang cukup untuk mengatasi loss di kabel coax dan free space.

2. Line Of Sight (LOS) – jalur LOS harus tanpa hambatan/penghalang dari ujung ke ujung.

3. Fresnel Zone – harus cukup daerah yang bebas tidak ada halangan.

4. Installation – yakinkan antena dipasang dengan aman dan benar, arah yang benar, konektor yang diisolasi tahan air, menggunakan konektor dan coax yang baik.

MEMINIMALISASI INTERFERENSI DAN NOISE

Kita biasanya tidak punya kemampuan mengatur/mengontrol sumber noise atau interferensi. Beberapa sumber noise adalah :
1. Natural noise – noise dari atmosfir dan galaksi.

2. Manmade noise – sinyal RF yang diambil dari antena. Termasuk microwave oven, telepon cordless dan indoor WIFI serta beberapa peralatan medical/kedokteran.

3. Receiver noise – noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima.

4. Interferensi dari jaringan lain – interferensi yang disebabkan oleh jaringan wireless lain yang bekerja pada band yang sama.

5. Interferensi dari jaringan kita sendiri – terjadi jika kita menggunakan frekuensi yang sama lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak/spasi antar channelnya, atau menggunakan urusan frekuensi hopping yang tidak benar.

6. Interferensi dari sinyal out-of-band – disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar frekuensi band yang kita gunakan, misalnya, pemancar AM, FM atau TV, pager dan radio CB.

STRATEGI MENGALAHKAN INTERFERENSI

Beberapa strategi yang biasa digunakan untuk mengalahkan interferensi adalah :

1. Gunakan antena sektoral atau antena pengarah/narrow beam dengan penguatan tinggi. Biasanya sangat effektif mengurangi interferensi, terutama di daerah yang spectrum-nya sangat padat sekali.

2. Gunakan jalur-jalur yang pendek, jangan berusaha membangun sambungan jarak jauh.

3. Pilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh stasiun lain.

4. Ubah/ganti polarisasi antena.

5. Atur azimuth antena.

6. Ubah lokasi peralatan / antena.

Jangan pernah menggunakan amplifier untuk melawan interferensi. Anda hanya akan mengobarkan rasa dengki di antara pengguna wireless lain, jika anda menggunakan amplifier.

Sumber Referensi :
1. Onno W. Purbo, Buku Pegangan Internet Wireless dan Hotspot, Elex Media Komputindo, 2006.
2. Jasakom e-learning, Wireless Kung Fu: Networking dan Hacking, Jasakom, 2007.
3. William Stallings, Komunikasi Data dan Komputer: Dasar-dasar Komunikasi Data, Prentice Hall, 2000.

Pada dasarnya, firewall adalah “pos pemeriksa” yang mengevaluasi trafik-trafik yang keluar dan masuk di antara jaringan internal/private kita dengan dunia luar, mengizinkan trafik-trafik tertentu dan memblok yang lainnya.

Trafik-trafik yang diblok pada umumnya berupa trafik-trafik ilegal, bersifat merusak, tidak dikehendaki, atau bertentangan dengan policy perusahaan. Aksi-aksi intruder, hacker, cracker dan virus termasuk hal-hal yang akan ditangkal firewall.

Sumber Referensi :
Rahmat Rafiudin, 2006, Membangun Firewall dan Traffic Filtering Berbasis CISCO, Andi Yogyakarta.

Tunneling merupakan metode untuk transfer data dari satu jaringan ke jaringan lain dengan memanfaatkan jaringan internet secara terselubung. Disebut tunnel atau saluran karena aplikasi yang memanfaatkannya hanya melihat dua end point atau ujung, sehingga paket yang lewat pada tunnel hanya akan melakukan satu kali lompatan atau hop. Data yang akan ditransfer dapat berupa frame (atau paket) dari protokol yang lain.

Protokol tunneling tidak mengirimkan frame sebagaimana yang dihasilkan oleh node asalnya begitu saja melainkan membungkusnya (meng-enkapsulasi) dalam header tambahan. Header tambahan tersebut berisi informasi routing sehingga data (frame) yang dikirim dapat melewati jaringan internet. Jalur yang dilewati data dalam internet disebut tunnel. Saat data tiba pada jaringan tujuan, proses yang terjadi selanjutnya adalah dekapsulasi, kemudian data original akan dikirim ke penerima terakhir. Tunneling mencakup keseluruhan proses mulai dari enkapsulasi, transmisi dan dekapsulasi.

Sumber Referensi :
Aris Wendy, Ahmad SS Ramadhana, 2005. Membangun VPN Linux Secara Cepat, Andi Yogyakarta.

Berikut adalah teknologi tunneling yang sudah ada :

1. SNA Tunneling over IP internetwork
2. IPX Tunneling for Novel Netware over IP Internetwork

Sedangkan teknologi tunneling yang baru diperkenalkan adalah :

1. Point to Point Tunneling Protocol (PPTP)

PPTP memungkinkan untuk mengenkripsikan paket IP, IPX dan NETBEUI lalu mengenkapsulasi dalam IP header untuk kemudian ditransfer melalui jaringan internet.

2. Layer Two Tunneling Protocol (L2TP)

L2TP memungkinkan untuk mengenkripsikan paket IP, IPX dan NETBEUI untuk kemudian dikirim melalui media yang mendukung point-to-point datagram seperti, IP, X.25, Frame Relay dan ATM.

3. IPSEC Tunnel mode

IPSEC memungkinkan untuk mengenkripsikan paket IP, mengenkapsulasikannya dalam IP header dan mengirimkannya melalui jaringan internet.

Agar saluran atau tunnel dapat dibuat, maka antara klien dan server harus menggunakan protokol yang sama. Teknologi tunneling dapat dibuat pada layer 2 atau layer 3 dari protokol tunneling. Layer-Layer ini mengacu pada model OSI (Open System Interconnection). Layer 2 mengacu kepada layer datalink dan menggunakan frame sebagai media pertukaran.

PPTP dan L2TP adalah protokol tunneling layer 2. Keduanya mengenkapsulasi data dalam sebuah frame PPP untuk kemudian dikirim melewati jaringan internet. Layer 3 mengacu kepada layer Network dan menggunakan paket-paket. IPSEC merupakan contoh protokol tunneling layer 3 yang mengenkapsulasi paket-paket IP dalam sebuah header IP tambahan sebelum mengirimkannya melewati jaringan IP.

Sumber Referensi :
Aris Wendy, Ahmad SS Ramadhana, 2005. Membangun VPN Linux Secara Cepat, Andi Yogyakarta.